DANAU TOBA SURUT ATAU DARATAN NAIK ? : (MEMBACA GEOGRAFIS LEWAT LUKISAN JERMAN 140 TAHUN YANG LALU)

Belakangan ini ramai diberitakan air Danau Toba yang surut sampai dua meter dan diskusi muncul apa yang menjadi penyebab : ada pendapat ahli geologi yang katakan bukan air Danau Toba yang surut tapi daratan Samosirlah yang naik. Diskusi tentang ini diperkirakan akan terus ramai ke depan. Dua bulan lalu patik bawa rombongan mahasiswa antropologi sosial Pasca Sarjana Unimed ke kawasan Onan Runggu Pulau Samosir. Para mahasiswa menelaah sejauh mana Onan Runggu yang jauh dari pusat wisata Samosir ini akan bisa selamat ditenggelamkan oleh investor asing yang sudah “memborong” lahan lahan sekitar kawasan Tomok-Tuk Tuk. Onan Runggu menarik perhatian karena di samping kawasan ini seperti sama sekali tidak tersentuh “industri pariwisata” Danau Toba, juga disini ditemukan situs penyebaran Islam lama sejak zaman Belanda. Di dermaga Pondok Wisata pelabuhan Lagundri Kecamatan Onan Runggu , Samosir, kami melihat air danau Toba jauh berada di bawah dermaga. Penanda air danau surut, kapal bersandar di pantai dan tidak lagi di dermaga. Tapi benarkah bukan airnya yang surut tapi daratan Samosir tempat kami berdiri naik, terangkat karena efek perubahan geologi?

Pulang dari Samosir patik bongkar koleksi repro lukisan dan peta kawasan Danau Toba yang dibuat lebih 100 tahun yang lalu. Lewat analisis sketsa kuno Danau Toba ini bagi peneliti yang berminat bisa membandingkan garis air danau Toba dulu dan perubahannya saat ini. Lukisan terlampir yang ini, patik repro dari Arsip VEM Wuppertal Jerman dengan kode arsip 913-404. Dalam lukisan tahun 1888 ini Samosir dilihat dari salah satu sudut daratan Sumatra dan namanya masa itu bukan Samosir tapi Toba Pulo. Pemandangannya menggambarkan sudut panorama Danau Toba dari arah utara Tao Silalahi : Der Nordlicher Teil Des Tobasees (Tao Silalahi nabolon). Keterangan lukisan ini dibuat dalam bahasa campuran Toba dan Jerman. Di sisi kiri lukisan kita melihat Dolok Simarjarunjung, Strasse Si.Gaol dan Si.Onggang Balige. Di tengah berupa ujung pulau Samosir disebut sebagai Toba Pulo, sebelah belakang nampak Bakara dan disebelahnya Pusuk Buhit. Lewat lukisan 140 tahun yang lalu itu kita dapat melihat dan berimajinasi tentang perubahan geografis Danau Toba, termasuk garis air di pantai dalam sketsa pelukis Jerman ini : air danau toba surut ataukah pulau Samosir terangkat naik?. (Ichwan Azhari)

sumber : https://www.facebook.com/Dr.IchwanAzhari?fref=ts