NASIONALISME DARI TENGKU DAN ORANGKAYA MELAYU DELI : PELOPOR PERLAWANAN LEWAT SASTRA KORAN BENIH MERDEKA 1916-1920

Seperti yang patik sebut dalam status di FB kemarin (1.2.2017) ada dua tokoh Melayu di Deli yang menyimpang dan terkesan melawan arus politik Sultan Deli dengan menerbitkan koran Benih Merdeka, yang menuntut kemerdekaan dari Belanda. Sementara kesultanan Deli sendiri adalah taklukkan dan bekerjasama dengan Belanda. Dua tokoh melayu itu berasal dari bangsawan Melayu juga terbukti dengan gelar kebangsawanan yang ada di depan nama mereka. Keduanya adalah Tengku Radja Sabaraoeddin dan Orangkaja (O.K) Ozir. Patik belum mendapat banyak informasi tentang dua tokoh Melayu yang melakukan gerakan nasionalisme kemerdekaan dan berani menegur kebijakan Sultan Deli dalam syair. Hanya sepenggal info patik dapat tentang OK Ozir, yang masih ada hubungan kerabat dengan rekan patik Prof. Subhilhar Iil, guru besar di USU.

Dua puisi bentuk syair yang ditemukan di koran Benih Merdeka terlampir, ditulis dengan nama samaran. Penulis aslinya menyembunyikan diri, dan ini merupakan hal lazim dalam penerbitan media masa itu. Tapi dipastikan dua tokoh Melayu yang menerbitkan koran ini ikut merancang penerbitan dua puisi ini atau jangan jangan mereka berdualah yang menulisnya. Patik pagi ini telah hubungi kritikus sastra Melayu senior, bang Damiri Mahmud dan mengatakan melihat temanya, syair ini merupakan kejutan dalam sejarah sastra Indonesia. Puisi Moehammad Jamin tahun 1920 an pun, kata Bang Damiri baru merupakan nyanyian pujian pada Sumatra sebagai tanah airnya. Tapi yang menuntut kemerdekaan, bicara tentang rakyat kecil yang tertindas oleh riba, meminta raja (sultan) melindungi rakyat, dalam sastra Indonesia moderen tahun 1916-1918, baru ini diketahuinya. “Kirimi abang puisi itu dek.” Kata Bang Damiri barusan karena dia ingin membuat telaah sastra atas sajak sajak dari koran Benih Merdeka ini.

Puisi ini bersama karya sastra lain dengan sprit kemerdekaan, menyongsong Hari Pers Nasional akan dipamerkan pada tanggal 9-16 Pebruari 2017 dalam Pameran Pers Perjuangan Sumatera Utara, di Gedung Juang 45 Jalan Pemuda Medan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pussis Unimed bekerjasama dengan DHD 45 Sumut dan PWI Sumatera Utara.(Ichwan Azhari)

Dua Puisi dari Koran Benih Merdeka 1916 – 1918 (BOEAL-BOEAL)

Zelbestuur Pasisir Timoer Poelau Pertja

Zaman kemadjoean njatalah pasti
Endaklah bangoen sekalian goesti
Lamalah tidoer seperti mati
Faedahnja tiada orang mengerti

Bangoenlah toean wadjah goemilang
Endah doenia terang tjermelang
Sediakan hoekoeman dengan oendang-oendang
Terpelihara raajat, Radja terbilang

Utan dan rimba toean berikan
Uang Landschap toean pindjamkan
Raajat beroetang temponja ditetapkan
Perentahkan raajat memboeka perosahan

Apabila demikian toean merentah
Selamatlah raajat digoda lintah
Itoelah baharoe semporna ibadah
Sama moefakat dengan Karena Allah

Ingatlah toean orang berpangkat
Radja bergoena boeatnja rajaat
Tetapi sajang toean ta’perboeat
Itoelah sebabnja ra’ajatmoe melarat

Melainkan segeralah toean perbaiki
Omong kosong djangan sekali
Elok dan baik itoelah toedjoe
Raajatmoe sedia mendjoendjoeng doeli

Pemerentah negeri moesti selidiki
Orang Benggali dan chettij-chettij
Elok diperboeat soeatoe djandji
Larang memperboengakan oeang terlalaoe tinggi

Apa bila dibiarkan matjam selamanja
Uang raajat habis diangkoeatnja
Pemerentah negeri menjesal soedahnja
Elokolah djaga dari sekarangnja

Rodi belasting soedahlah berat
Tambahan dihisap silintah darat
Jang mana beharta mendjadi melarat
Apa kesoedahannja sekalian raajat
Tot ziens MINEER van HEMEL

BOEAL-BOEAL
TERKENANG NASIB

Ja Allah Rabana Toehan,
Nabi Mohammad Rusol Pilihan
Rahmat sepaat Djangan betahan
Hindia terlepas dari rintihan.

Ja Allah Toehan Jang Baka
Nabi Mohamad Rusol Pedoeka,
Rahmat sepaat lekaslah boeka
Hindia vrij dapat Mardeka

Ja Allah Toehan Jang Asa
Nabi Mohamad Rusol berbangsa
Rahmat sapaat senantiasa
Kaoem Moeslim senang sentosa

Ja Allah Rosul alamin,
Nabi Mohamad Rusol Saidal Amin
Rahmat sepaat sedjoek dan dingin
Tanah Hindia Mardeka Ingin

Ja Allah Toehan jang Kaja
Nabi Mohamad Saidal Anibia
Rahmat sepaat hampi sedia
Sekoetoe Sjarikat berdaya Ingin

Ja Allah Raba caizati
Nabi Mohamad Rasul Sedjati
Rahmat sepaat djangan berhenti
Hindia Nederland mintak berkati

Ja Allah Rabolhosama
Nabi Mohamad saidal oelana
Rahmat sepaat lekas mendjelma
Hindia Nederland derdjatnja sama

Dedjatnja sama dengan sedjaratnja
Di pimpin koempoelan menoedjoe Oetara
Marilah sekalian sanak saudara
Lepasi diri daei sengsara

Dari sengsara djaman sekarang
Disekat atoeran denganja Oendang
Sana tersekat sini terkadang
Sedikit tak belas Pembesar memandang

Amin amin amin ilahi amin
Doanja kasi Kaoem Moeslimin
Lekaslah bangoen dibawah Angin
Ambil teladan Eropah kini.
DWERGHET

(ICHWAN AZHARI)
SUMBER : https://www.facebook.com/Dr.IchwanAzhari/posts/304957703235748