SEKOLAH PEREMPUAN DI BALIGE 1919 : TAK ADA HUBUNGAN DENGAN KARTINI

Jika di Balige dalam memperingati Hari Kartini mereka menyebut Kartini sebagai tokoh yang memungkinkan kaum perempuan Tapanuli bisa sekolah, maka itu benar-benar ahistoris. Mungkin Kartini pun sedih, sejarahnya dimanipulir, diposisikan mendirikan dan memberikan pengaruh besar pada sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Kartini bercita-cita ingin mendirikan sekolah khusus perempuan di Jepara, tapi tidak kesampaian. Sementara saat itu sekolah perempuan telah didirikan baik oleh Belanda maupun misionaris di berbagai tempat di Indonesia. Jelas sekolah-sekolah perempuan itu didirikan tanpa ada hubungannya dengan cita-cita Kartini yang belakangan muncul. Sampai meninggalnya, Kartini sama sekali belum mendirikan sekolah perempuan. Setelah dia meninggal barulah sekolahnya didirikan dengan sponsor para perempuan sahabat Belandanya tahun 1915, jadi sezaman dengan sekolah di Balige ini, sekolah khusus perempuan (Meisjes School).

Foto ini dan beberapa foto sekolah perempuan lainnya patik temukan waktu patik meneliti di Arsip VEM Wuppertal Jerman, tahun 2010. Dalam foto ini, yang memperlihatkan seratusan anak-anak perempuan Batak Toba dengan para guru Jerman mereka berfoto bersama papan tulis, bertuliskan bahasa Belanda “Meisjesschool Balige 1919” (Sekolah Perempuan Balige 1919).

Berpuluh tahun dunia pendidikan kita mengkostruksi Kartini secara keliru. Sebaiknya dalam menjelaskan sejarah pendidikan kaum perempuan, para guru tidak lagi mengajarkan mitos Kartini, tapi menjelaskan di mana saja sekolah perempuan yang secara kongkrit pernah ada didirikan baik oleh kaum perempuan sendiri (Dewi Sartika, Roehana Koedoes misalnya) atau sekolah perempuan yang didirikan oleh lembaga agama maupun pemerintah kolonial (semisal misionaris Jerman di Tapanuli dan Nias) atau pada sekolah-sekolah yang membolehkan perempuan bersekolah (misalnya Maktab Masrullah di Tanjung Pura, Langkat, 1850). Ichwan Azhari.

* Telah dimuat di Koran Waspada pada Kolom Sudut Tempoe Doeloe edisi 25 April 2015.

sumber : https://web.facebook.com/Dr.IchwanAzhari?fref=ts

Add Comment