TANDA TANYA TEMUAN FRAGMEN EMAS KUNO INDIA SELATAN DI MEDAN : ADAKAH JEJAKNYA DALAM PERHIASAN EMAS SUMATERA ?



(Gambar sisi depan dan belakang satu fragmen emas temuan warga di Situs Kota China kelurahan Paya Pasir Medan, koleksi Museum Kota Lama Medan Marelan. Fragmen emas ini memerlukan kajian lebih lanjut tentang fungsinya di masa lalu yang belum terungkap)

Koleksi emas Museum Kota Lama Medan Marelan yang fotonya ditampilkan ini, sejak 2 tahun lalu saat ditemukan warga sampai kini belum terjawab apa fungsinya bagi masyarakat kuno waktu itu. Fragmen emas seberat 4 gram ini belum diteliti secara sungguh sungguh baik dari segi ragam hias, teknologi pembuatan dan tafsir kebudayaan atas fungsinya di masa lalu. Pemeriksaan baru tahap kadar emasnya yang 22 karat.

Emas ini bermotif ornamen sangat unik, nampaknya merupakan patahan dari perhiasan yang lebih besar. Apakah ini liontin, pengait baju, mainan kalung, bagian dari gelang atau kerabu? Adakah diantara pembaca yang bisa membantu menelusuri atau pernah melihat perhiasan seperti ini? Adakah ragam hiasnya memiliki jejak dalam perhiasan tradisional Sumatra dimana pengaruh India kerap ditemukan? Emas ini ditemukan tidak jauh dari Paloh Belantjang Kota China, oleh warga bernama Ibu Elo yang menjualnya ke Museum Kota Lama melalui Nur Hikmah Siregar yang waktu itu bekerja sebagai staf museum dan sekaligus sebagai tenaga lapangan eskavasi team Prancis pimpinan Daniel Perred.

Emas merupakan salah satu temuan arkeologis di Situs Kota China, Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan yang telah ditemukan sejak masa penelitian Edward Mckinnon tahun 1974. Temuan emas juga berlanjut dalam eskavasi Daniel Perred (2010-2016) dan sebagian sudah disebutnya dalam publikasi tentang Kota China di Jurnal Archipel Prancis. Penduduk lokal Kota China juga sering menemukan ceceran emas berupa butiran, potongan, juga perhiasan emas baik utuh maupun berupa fragmen. Dari temuan warga Kota China inilah Museum Kota Lama Medan mendapatkan dan kini memiliki belasan koleksi emas dalam berbagai bentuk dan fragmen.
Pada masanya emas-emas ini dipergunakan sebagai keperluan ritual (keagaaman) dan perhiasan yang dipakai oleh kaum wanita. Diyakini pada abad 12 telah ada pengrajin emas di Situs Kota Cina yang bisa dibuktikan dengan temuan wadah air raksa dan tembikar untuk pemurnian emas serta berbagai tembikar untuk pencairan dan pencetakan emas. (Ichwan Azhari).

sumber : https://web.facebook.com/Dr.IchwanAzhari?fref=ts