TEMUAN SITUS KOTA CINA DIBERITAKAN KORAN MEDAN SEJAK 1973, KINI MENJADI SITUS ARKEOLOGI INTERNASIONAL (TAPI TERANCAM PUNAH)

Situs Kota Cina Medan tahun 1973 pernah menggegerkan kota Medan ketika koran memberitakan temuan temuan warga di lokasi ini. Lalu situs ini diteliti dan dieskavasi tiga arkeolog dunia. Dua diantaranya, riset di situs ini ditulis dalam bentuk disertasi yakni Jhon Miksick dan Edward Mckinnon tahun 1980 an dan Daniel Perred sejak 2010 (Mickinnon dan Perred sampai saat ini masih terus melakukan analisis temuan temuan mereka). Eskavasi masih terus dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Berita tentang temuan-temuan penting jejak kuno kota Medan ini sudah diberitakan koran Medan sejak tahun 1973. Harian Waspada Medan pada tanggal 15 Juli 1973 memuat berita “Benda benda Purbakala Ditemukan di Paya Pasir”, lalu harian Analisa Medan pada 16 Juli 1973 memuat berita Kota Cina dengan judul “Asal Mulanya dijumpai Kota Tua di Kp.Paja Pasir Labuhan Deli”. Sementara beberapa waktu berikutnya kembali Waspada tanggal 30 Agustus 1973 membuat berita dengan judul : “Penemuan Purbakala di Kota Cina (Kecamatan Labuhan Deli)” dan Mohammad Said di Waspada pada 28 Juli 1974 menulis artikel tentang Kota Cina dengan judul Menggali Fakta Kerajaan Aru Yang Lebih Tua dan Meyakinkan”.
Dengan klipping koran terlampir nampak bahwa Kota Cina sebagai situs penting sudah sejak 44 tahun yang lalu keberadaannya diketahui publik dan pejabat kota Medan. Hanya saja kita harus mafhum, temuan sejarah dan analisisnya bagi kota yang memiliki sejarah tua ini, dianggap tidak penting dalam proses pembangunan infrastruktur modren di kota Medan. Situsnya pun terlupa, dilupakan puluhan tahun dan kini terancam punah.

(Ichwan Azhari).

sumber : https://www.facebook.com/Dr.IchwanAzhari?fref=ts